Bila kita cermati satu per satu dalam banyak media yang membanjiri pikiran dan hidup kita tiap hari, ada banyak pernyataan yang kerap muncul dari para tokoh (politik maupun non politik), selebriti atau siapa saja yang bila dirasa-rasai tidak muncul dari hati yang paling dalam.
Kita akhirnya terbiasa bahwa ucapan tokoh satu ini di kemudian hari berubah lagi. Atau sanggahan yang dikemukakan figur publik ini di kemudian terbukti benar. Tontonan orang bicara dan bertindak tidak konsisten tampaknya sudah menjadi hal yang biasa sekali. Bisa jadi, kita akan bingung siapa yang benar siapa yang jujur bila melihat semua itu.
Tetapi yakinlah bahwa jiwa-jiwa mereka yang tahu siapa yang jujur atau berbohong. Semakin mereka tidak berkata jujur semakin membawa dampak bagi kesehatannya.
Mengalihkan fakta
Bohong adalah upaya seseorang untuk mengalihkan dari fakta yang sebenarnya. Pada saat berbohong seseorang sebenarnya sedang melawan tentang apa yang sebenarnya disampaikan. Saat berbohong sebenarnya terjadi konflik batin dalam diri seseorang ingin berkata jujur atau berkata bohong.
Karena sebenarnya hati nurani kita akan berbicara sebenarnya, berbicara sejujurnya. Hal ini jelas akan menjadi beban bagi orang yang berbohong tersebut. Cepat atau lambat perbuatan bohong akan membawa dampak bagi kesehatan.
Apalagi jika ada upaya-upaya dari pihak luar yang berusaha untuk membuktikan kebohongan tersebut, tantangan bagi mereka yang berbohong semakin berat dan ini pasti menambah tekanan kejiwaan bagi orang yang sedang berbohong dan mempertahankan kebohongannya.
Neurosis
Tekanan jiwa ditambah lagi dengan stres-stres lain akan menyebabkan gangguan jiwa (neurosis) baik depresi maupun ansietas maupun gangguan fisik akibat kejiwaan berupa penyakit Psikosomatik.
Psikosomatik adalah penyakit fisik yang didasari oleh penyakit psikis. Kita mengetahui berbagai penyakit akan kambuh jika adanya faktor stres yang mencetuskan keadaan tersebut. Asam lambung akan meningkat jika kita stres. Pasien yang mengalami psikosomatik akan diare atau bisa saja sebaliknya menjadi susah buang air besar.
Dalam keadaan stres, tekanan darah menjadi tidak terkontrol, gula darah juga tidak terkontrol.
Serangan asma pada penderita asma bisa terjadi atau kambuh karena stres. Serangan stroke juga jantung juga dapat dipicu oleh karena terjadinya stress.
Pasien yang mengalami psikosomatik bisa saja akan mengalami gangguan fisik yang lebih menonjol tanpa menyadari bahwa faktor psikis yang mendasari kelainan fisik yang terjadi.
Pasien bisa saja datang dengan keluhan gatal pada kulit atau bahkan berupa eksim, pegal-pegal pada bagian badan tertentu (fibromialgia), sesak nafas tanpa sebab yang jelas,sakit kepala kronis,migren, nafsu makannya menjadi terganggu umumnya menurun tetapi bisa saja meningkat. Bisa juga tidurnya menjadi terganggu.
Nafsu makan yang menurun, terjadinya gangguan tidur tentu akan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan akhirnya menyebabkan pasien yang mengalami stres tersebut rentan terhadap berbagai penyakit infeksi.
Pada akhirnya, kata Ari semakin kita berbohong semakin banyak permasalahan yang timbul. Hidup apa adanya dan selalu berbuat jujur dan selalu berkata benar adalah upaya kita agar tidak terjebak untuk berbohong.
Karena pada akhirnya makhluk yang terbaik dimuka bumi ini adalah makluk yang terbaik dimata Tuhan. Jangan karena takut popularitas dimata manusia turun kita berbicara bohong.
Sumber : sehatnews
Kamis, 29 September 2011
Sahabat Baik Sebagai Penangkal Stress
Sebuah penelitian menyebutkan, berada di antara teman dekat ternyata dapat mengurangi tingkatan stres.
Salah satu peneliti dari Rumah Sakit Anak Cincinnati, Amerika Serikat, Ryan Adams mengungkapkan fakta bahwa teman terbaik yang Anda miliki, ternyata dapat menjadi solusi disaat Anda banyak masalah.
Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak ini melibatkan 100 anak usia 10 sampai 12 tahun. Mereka diminta untuk mengisi buku harian lima kali sehari selama empat hari sekolah, dan menilai bagaimana perasaan mereka tentang apa yang telah mereka alami dalam 20 menit terakhir.Mereka juga menjalani tes wawancara yang menanyakan seputar orang di sekeliling mereka seperti orang tua, saudara, sahabat, teman laki-laki atau perempuan, teman sekelas, orang asing, atau guru.
Setelah itu, peneliti pun mengambil sampel air liur untuk mengukur hormon stres kortisol. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kehadiran seorang teman terbaik, ternyata membawa efek baik dalam menjalani hari dan menurunkan hormon kortisol anak.Meskipun penelitian ini hanya menguji anak-anak, namun para ahli mengatakan temuan ini mungkin berlaku pula untuk orang dewasa.
"Teman terbaik sangat penting fungsinya untuk aspek sosial dan mempengaruhi emosional, dan kognitif kita," tambah ahli psikologi, Karen Majors membenarkan hasil penelitian ini.
sumber dari sehatnews.com
Salah satu peneliti dari Rumah Sakit Anak Cincinnati, Amerika Serikat, Ryan Adams mengungkapkan fakta bahwa teman terbaik yang Anda miliki, ternyata dapat menjadi solusi disaat Anda banyak masalah.
Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak ini melibatkan 100 anak usia 10 sampai 12 tahun. Mereka diminta untuk mengisi buku harian lima kali sehari selama empat hari sekolah, dan menilai bagaimana perasaan mereka tentang apa yang telah mereka alami dalam 20 menit terakhir.Mereka juga menjalani tes wawancara yang menanyakan seputar orang di sekeliling mereka seperti orang tua, saudara, sahabat, teman laki-laki atau perempuan, teman sekelas, orang asing, atau guru.
Setelah itu, peneliti pun mengambil sampel air liur untuk mengukur hormon stres kortisol. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kehadiran seorang teman terbaik, ternyata membawa efek baik dalam menjalani hari dan menurunkan hormon kortisol anak.Meskipun penelitian ini hanya menguji anak-anak, namun para ahli mengatakan temuan ini mungkin berlaku pula untuk orang dewasa.
"Teman terbaik sangat penting fungsinya untuk aspek sosial dan mempengaruhi emosional, dan kognitif kita," tambah ahli psikologi, Karen Majors membenarkan hasil penelitian ini.
sumber dari sehatnews.com
Sabtu, 09 Juli 2011
Rahasia Para Pria Tentang Sifat atau Sikap Mereka ^_^
Sama halnya dengan perempuan, kaum Adam juga punya rahasia yang terkadang enggan dia ceritakan kepada pasangannya sekalipun.
Apa sih sebenarnya rahasia para pria tersebut? Ada baiknya Anda simak beberapa rahasia pria yang mungkin salah satunya ada pada diri pasangan Anda.
1. Sisi feminin
Sama seperti perempuan, pria juga punya sisi sensitif hanya saja ia cukup pandai menyimpannya rapat-rapat. Tapi, tenang, pria mudah ditebak kok. Ingat saja sifat dasar pria, mereka lebih banyak membuktikan dengan tindakan dibanding kata-kata. Jadi Anda bisa membaca sisi sensitifnya dari tingkah laku yang tak bisa disembunyikannya dari Anda.
3. Egonya selangit
Apa sih sebenarnya rahasia para pria tersebut? Ada baiknya Anda simak beberapa rahasia pria yang mungkin salah satunya ada pada diri pasangan Anda.
1. Sisi feminin
Seperti Clark dalam film Superman, pria juga ingin menunjukkan sosok maskulinnya di depan Anda. Tapi, diam-diam, ia juga punya sisi feminin yang tak akan ia umbar pada siapa pun. Tak hanya Anda yang peduli pada masalah penampilan, nyatanya pria juga suka bersolek. Jangan heran kalau sebenarnya si dia juga memiliki perlengkapan perawatan tubuh seperti pembersih wajah hingga kertas minyak. Si dia juga bisa
mengalami bad hair day yang menganggunya.
2. Pria juga sensitifSama seperti perempuan, pria juga punya sisi sensitif hanya saja ia cukup pandai menyimpannya rapat-rapat. Tapi, tenang, pria mudah ditebak kok. Ingat saja sifat dasar pria, mereka lebih banyak membuktikan dengan tindakan dibanding kata-kata. Jadi Anda bisa membaca sisi sensitifnya dari tingkah laku yang tak bisa disembunyikannya dari Anda.
3. Egonya selangit
Gengsi pria tinggi, termasuk mereka juga terlalu gengsi untuk mengakuinya. Pria tak segan untuk menolak sesuatu yang bukan standarnya atau di luar kemampuannya. Misalnya, si dia menolak saat Anda memintanya untuk menemani nonton film di bioskop. Jangan salah tanggap dengan mengartikannya tidak mau jalan bareng lagi. Ada beberapa hal yang menjadi kendalanya. Bisa jadi ia tak suka jenis filmnya. Atau bisa jadi si dia sedang tak punya uang lebih untuk mentraktir Anda. Bagaimana pun pria merasa ingin diandalkan untuk membayar berbagai keperluan. Jadi kalau sedang irit, mereka cenderung mencari alasan menghindari ajakan Anda.
4. Ketidakstabilan karier dan pendapatanUrusan masa depan (uang, penghasilan, karier) merupakan ego terbesar pria. Mereka tak akan mengutarakan masalah atau kesulitan seputar hal tersebut. Jangan heran bila mereka malas untuk bercerita tentang pekerjaan apalagi memberitahukan berapa besar penghasilannya. Lebih baik memilih untuk berbohong dan tidak menunjukkan meski ada masalah. Pria berusaha menutupi dari Anda jika kariernya sedang tidak stabil.
5. Takut dengan kata "komitmen"Bagi pria, bila mereka memang telah siap berkomitmen dengan Anda, ia pasti akan mengutarakannya tanpa terpaksa. Ada beberapa hal yang menjadi kendala pria untuk segera mengutarakan keseriusannya. Pria mempertimbangkan sejumlah hal sebelum berkomitmen seperti kemapanan dalam karier, kesiapan mental untuk menikah, dan menyakinkan hatinya kalau Anda adalah pasangan sejati.
6. Si dia juga punya keterbatasanCitra pria harus berani dan kuat, dibanding perempuan, ternyata menjadi beban untuk mereka. Bila Anda bisa bersantai mengatakan takut terhadap jenis hewan tertentu misalnya, tidak sama dengan pria. Pria terpaksa menutupi rasa takutnya agar tak terlihat lemah.
7. Mantan dan "dosa" priaSebanyak apa pun mantannya, seberapa sering ia mengoleksi majalah pria, seindah apa kisah di masa lalunya dengan sang mantan, isu seperti ini takkan pernah diumbar pria. Meski Anda menanyakannya, pria akan berbohong untuk mencari posisi aman. Pria selalu ingin terlihat baik di depan orang yang dicintainya. Itu sebabnya pria tak suka mengungkit kejadian di masa lalu. Beda dengan perempuan yang cenderung selalu ingin tahu. Sikap menutup masa lalu ini juga dikarenakan perempuan, seringkali menjadikan masa lalu pria sebagai sumber masalah. Akhirnya, pria memilih menutup mulut daripada berkonflik dengan pasangan yang dicintainya saat ini
Langganan:
Postingan (Atom)